Archive for the ‘fikrah’ Category

Kembaran

Tuesday, July 31st, 2007

Sejak lahir, Allah menciptakan sosok kembaran manusia yang namanya Qorin. Dia dilahirkan bersamaan ketika kita lahir. Qorin ini sejenis jin yang tugasnya menggangu manusia berjalan di jalan Allah. Namanya juga syetan! Pastilah jahat… nggak ada yang baik. Nggak ada itu jin yang baik bahkan yang dikatakan orang-orang tentang jin yang baik… tidak ada yang tidak punya tujuan untuk menggoda manusia kejalan kesesatan. Karena mereka semua, baik syetan/ jin/ iblish diciptakan Allah dari api. “Kembaran kita” itu akan selalu menggoda supaya melakukan kejahatan, keburukan, membisiki kita untuk menjalankan apa yang dilarang Allah. Tanpa pernah capek… tanpa pernah putus asa. Dan ketika kita mati… qorin tetap akan hidup. Tentang Rosulullah? Apakah Allah menciptakan Qorin untuknya? Sama saja. Hanya… oleh Allah, Qorin Rosulullah telah dijauhkan… sebagai bukti ketaatan manusia istimewa yang satu ini dihadapan Allah. Saya jadi mengerti kenapa juga Rosulullah Muhammad SAW tetap beribadah khusyuk dihadapan Allah walaupun telah dijamin syurga. Walaupun bukan itu satu-satunya alasan Rosul melakukan ibadahnya. Tentu karena kadar keimanan beliau yang memang teramat tebal dan kecintaan kepada Allah teramat dalam.

Ada empat amalan bagi kita umat Rosul supaya dijauhkan dari Qorin. Pertama– qiamullail, kedua– berbakti dan mendoakan kedua orang tua, ketiga–senantiasa membaca Al Qur’an, yang keempat saya lupa…. maap… namanya juga ndenger pengajian. Lagian pas nggak bawa catetan apalagi laptop… he.. he… he…
Wallahua’lam Bishowab –>

Hegemoni

Tuesday, July 31st, 2007

Tadi malam nonton Rocky III di trans 7 tentang kehebatan dan kepahlawanan orang kulit putih di Amerika. Dari awal sampai akhir ceritanya mengalir bagus layaknya film2 khas holywood lainnya… heroik… tak kenal menyerah… dan menang!!! Jadi inget film2 Sly yang lainnya… Rambo yang jadi hero perang Vietnam… yang dibikin sampai ke sekuel 4 nya sama dengan Rocky (kalo tidak salah malah ada film rocky versi terbaru yg akan dirilis).

Sudah bisa simpulkan? He.. he… he… benerr… film jadi hiburannya orang Amerika dan dijual di negara2 lain. Untuk mempengaruhi “mind” target audience agar apa yang dilakukan Amerika mendapatkan pembenaran. Kita tahu orang kulit putih jarang atau bahkan boleh lah kalau dikatakan tidak ada yang berprestasi didunia tinju kelas berat kan? Biasanya negro-negro yang memang diberi kelebihan Allah memiliki fisik luar biasa. Rambo… di perang Vietnam dan di Afghanistan. Pernah dengar kemenangan Amerika di perang itu? Amerika kalah total diperang gerilya… kualahan menghadapi pasukan Vietnam di perang hutan yang sarat dengan intuisi… sulitnya medan membuat tentara Amerika stress bahkan depresi berat sampai-sampai dikirim hiburan sex disela-sela pertempuran, nenteng majalah playboy dihutan, miras, dan narkoba.

Dengan mental seperti itu akan menguasai dunia? Kayaknya…. Nggak mungkin dech….
Tragedi Afghan, Irak, Palestina, sudah cukup untuk mengatakan pada dunia bahwa Amerika/Israel/Inggris “laknatullah”. Ya ampuuun…. –>

Naik

Monday, July 30th, 2007

Dalam obrolan siang bolong tadi banyak seloroh bersautan.

Kalau pergi-pergi enaknya sekarang naik apa ya… naik bus… banyak kecelakaan… naik kereta… sering anjlog… naik kapal… tenggelam… naik pesawat… jatuh… yaudah dirumah aja nggak usah pergi-pergi khan? Ntar kena gempa bung… ooo… yaudah keluar rumah aja… trus kena puting beliung dunk… Kalo naik bajaj?

Sudahlah pasrah aja… hidup ini milik siapa khan? Yang bisa kita lakuin yaa… mempersiapkan diri aja… jadikan hidup ini sebuah proses penigkatan kualitas diri ”setiap hari”. Peningkatan apakah kita semakin taat pada-Nya atau sebaliknya. Semakin jelas kalau antara hidup dan mati adalah tipis… seperti tipisnya sutera bahkan lebih tipis lagi. Kalau kita baca novelnya Dunia Sofie disitu ada kegelisahan sebuah pencarian tujuan hidup… dari mana saya, untuk apa saya hidup, dan mau kemana setelah kita mati… itu dulu deh… dijawab… setiap insan yang berhasil menjawabnya akan berada pada track jalan lurus atau bengkok tergantung dari hasil jawabannya… dan itu tergambar dalam aktifitas kita sehari-hari dalam mengisi hidup didunia ini. Seperti pernah ada seorang mbok-mbok (nn) bilang “Oalahhh guus… guusss… uripmu kok mung diisi ngona-ngono… wae… opo yo ra sadar nek mati mesthi ngadep gusti Allah…”

Dan… pasti dalam setiap kejadian Allah telah mempersiapkan hikmah dibaliknya… Allahu Akbar! –>

Indonesia

Monday, July 30th, 2007

masker
Sudah tak terhitung banyaknya bencana & kejadian yang bertubi-tubi melanda bangsa ini. Mulai dari tsunami di Aceh, gempa Nias, gempa Jogja Jateng, tsunami Pangandaran, Flu Burung, meletusnya merapi, tanah longsor dimana-mana, kasus pembantaian ‘teroris’ di Poso, malnutrisi, pengangguran yg sudah diatas 40 juta orang, pembunuhan, perampokan, aborsi yang dari hari kehari tidak menunjukkan penurunannya. Dan masih banyak lagi bencana di negeri tercinta ini. Terakhir bahwa 40% Jakarta telah terendam banjir dan akan meningkat prosentasenya ketika Bogor dan kawasan Puncak tidak berhenti hujan.

Allah telah mengatakannya dalam kitab suci. Ada kata fasad atau kerusakan. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
[TQS Ar Ruum : 41].
Didalam penjelasan para ulama bahwa kata fasad terbagi menjadi dua, fasad (kerusakan) dalam arti bencana alam yang sifatnya alamiah. Gunung meletus, gempa bumi, tsunami, angin topan dll. Untuk itu kita wajib untuk pasrah kepada-Nya. Hanya kesabaranlah yang nantinya akan membuat kita ’naik kelas’. Kemudian arti fasad yang kedua, kerusakan yang diakibatkan oleh perbuatan manusia sehingga Allah memberikan contoh berupa bukti-bukti riil dalam kehidupan sehari-hari.

Banyaknya aborsi mungkin karena aturan di negeri ini yang memang membebaskan setiap orang untuk bergaul bebas tanpa batas serta membiarkan individu tidak beriman yang semakin banyak. Rangsangan dari berbagai media cetak maupun elektronik yang selalu memberikan inspirasi liberalisasi tingkah laku maupun pemikiran kepada generasi muda.

Flu burung di Indonesia… sekarang ada diurutan ke 2 dunia dari banyaknya jumlah korban tewas. Ada skenario buruk konspirasi negara-negara barat, membuat kerjasama ‘kongkalingkong’ dengan pemerintah negara-negara berkembang agar bisa mengimport paha ayam, jeroan ayam/sapi, dengan harga sangat murah yang kemungkinan terjangkit penyakit.

Pembantaian kepada DPO teroris kasus Poso. Yang terbantai sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Rakyat Poso melalui hari-harinya dengan penuh ketakutan. Suasana mencekam menghantui setiap saat. Bisa jadi peluru nyasar ada dimana-mana. Apakah ini skenario Amerika untuk membumikan undang-undang anti terorime pasca runtuhnya WTC 911 yang memang bisa dikatakan berhasil?

Malnutrisi dimana-mana. Bahkan di Jakarta di ibukota yang notabene kediaman para petinggi negeri ini. Masih juga kesejahteraan tidak merata. Dengan begitu, anggota dewan juga getol mensejaterakan diri. Ada cerita menarik dari seorang sahabat ketika bertemu dengan anggota parlemen negara-negara tetangga. Mereka mengatakan bahwa anggota dewan di Indonesia sangatlah ‘eksentrik’ karena mengangap gaji itu sebagai ‘prasmanan’, silahkan mau ambil sendiri-sendiri berapa gaji yang diinginkan. Proyek-proyek besar maupun kecil, dana bisnis maupun hibah untuk korban bencana, semuanya dianggap ada upeti yang harus dikeluarkan dengan dalih biaya administrasi dan operasional. Kalau para pemimpin negeri ini lebih mementingkan perut-perut mereka dibanding perut rakyat mereka… apalah jadinya.

Di televisi kemaren ketika terjadi banjir ada salah satu keluarga anggota DPR pusat juga terkena banjir. Dirumahnya yang berlantai tiga dan tinggi rumah ketika dibangun saja sudah ditinggikan 1,5 m tetap terendaam banjir setinggi 2,5 m, namun keluarga mereka selamat karena bisa tinggal di lantai 2 maupun tiga. Jelas? Karena dia punya cukup untuk membangun rumah lantai tiga. Tapi tetangganya? Kalau dikatakan aman… lucu… boro-boro untuk membangun rumah tingkat tiga. Untuk kontrak rumah setahun saja sulit. Ironis… belum lagi apa yang diperbuat orang-orang kaya di Bogor, kawasan Puncak, dan sekitarnya… mereka dengan mudahnya mendapatkan ijin membangun villa, hotel, untuk memperkaya diri atau rumah mewah pribadi yang hanya ditinggali sesekali kalau pas weekend. Juga menjamurnya realestate di Jakarta dan mulai merambah di Jakarta pinggiran karena kehabisan lahan, membuat resapan tanah semakin lama habis. Wajar kalau sekarang Jakarta ‘habis’ di musim hujan. Ini bukan nada marah… karena batal berangkat presentasi ke Jakarta lho….

Semoga mereka yang belum sadar segera tersadar, dan semoga mereka yang sebelumnya telah sadar segera mengajak orang lain untuk sadar dan kembali ke jalan yang benar.
Maaf kalau tulisannya subyektif banget. Wallahu A’lam Bishowab. –>