Archive for the ‘motivation’ Category

Bersyukur

Tuesday, July 31st, 2007

amstrongAnak yang baik dan lucu, segala kepolosan dan keluguan ada pada anak-anak. Mereka tidak biasa berbohong untuk mengekspresikan rasa syukur dia ketika dibelikan barang baru. Sebut saja ‘Nada’ seorang anak umur 6 tahun yang baru saja dibelikan ibunya sepatu obral di sebuah toko kelontong di sudut kampung. Dua pasang sepatu bagusnya yang dibeli di kota sudah lama rusak. Saat tidur sepatu barunya dibaringkan bersama dengan boneka kesayangannya.

Pertama yang bisa kita lihat, sepatu yang baru saja dibelikan untuknya tidak berharga mahal tetapi dia tidak peduli dengan harga karena belum tahu mahal murahnya sebuah barang. Yang dia tahu, sepatunya baru! Kalau menurut dia bagus, maka baguslah…. beda dengan orang dewasa yang kadang aspek harga, brand, gengsi, yang menentukan keputusan dibelinya sebuah barang. Sehingga sifat sombong, boros, dan egois lebih melekat pada orang dewasa.

Kedua, didalam sifat polos anak-anak ternyata terkandung rasa syukur yang tinggi kepada Allah, walaupun barangkali belum nampak dalam kata-kata. Contoh; ketika Anda diberi sebuah barang oleh sahabat Anda, misalnya sebuah buku. Ketika Anda tidak membacanya apakah bisa dikatakan bersyukur? Anak-anak kadang memang bisa menjadi teropong evaluasinya orang dewasa. Perbuatan baik buruknya belum tercatat oleh malaikat. Kalau kita ambil pelajaran lebih dalam lagi, rasa ‘syukur’ yang dialami orang dewasa semestinya berkembang menjadi kekuatan untuk melakukan seluruh potensi pemberian Allah ini dengan hal-hal yang maksimal. Yang kadang tiap hari menjadi pertanyaan banyak orang. Prestasi apa yang sudah Anda capai sekarang? Anda memiliki segalanya. Pemikiran dan bentuk fisik yang sempurna. Sehingga kita tersadar betapa potensi yang diberikan Allah begitu besar belum termanfaatkan secara maksimal.

Siapa yang tidak kenal Louis Amstrong seorang pembalap sepeda menjuarai 7 kali dan 6 kalinya didapat secara berturut-turut. Tour de france lomba balap sepeda paling ganas didunia dengan memakan waktu 26 hari setiap lombanya. Apa kelemahan yang dimiliki Louis? Dia pengidap kangker. Kekurangan apa lagi yang dimilikinya? Dia pengidap polio sejak lahir. Orang dengan kekurangan yang dia punya, semestinya memilih olahraga catur atau bridge atau main game aja dirumah tidak usah sering keluar rumah, percuma. Tetapi tidak untuk Louis!.
Hellen KellerHelen Keller, seorang mahasiswi yang tuli, buta dan memiliki kesulitan wicara. Telah menulis beberapa buku dan telah menjadi pembicara di 49 negara. Trus… tidak usah jauh-jauh, Kuntowijo sastrawan jogja yang tetap produktif paska stroke untuk menulis buku walaupun hanya dengan dua jari telunjukknya.
Kita sudah sepantasnya malu…. malu…. dengan pemberian dari-Nya yang sempurna. Prestasi apa yang sudah kita buat. Dan masih banyak lagi yang bisa kita ambil ‘ibroh’ dari cerita diatas.
Wallahu A’lam…..

Sifat

Tuesday, July 31st, 2007

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifatkepiting. Semoga kita tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakankepiting sawah.
Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom,sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasilburuannya selalu berusaha meloloskan diri.Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom,teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannyaakan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.
Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.
Begitu pula dalam kehidupan ini… tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener. Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi,sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segerakita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis ataupersaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih pentingdari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi)yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalambertindak
2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahandirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yangakan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

…Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom,namun yah… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…
Coba renungkan berapa waktu yang kita pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri kita menjadi pribadi yang sehat dan sukses. Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir.

(Abraham Lincoln) –>

BATU

Tuesday, July 31st, 2007

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.” Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?” Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?” Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada
kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?” Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.” “Bagus sekali,” sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada
kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?” “Belum!” sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali.” Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?” Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tak peduli
seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya. ”

“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan “batu besar” terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.” Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang
sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

(sumber: makasih buat milis kubikleadership yang inspiratif, salam epos untuk temen2 semua) –>

Membentuk

Monday, July 30th, 2007

Pagi-pagi melirik dari milis sebelah… ada tulisannya pak Teguh Sucipto. Menarik… mengingatkan kita semua… agar tetep fokus dan optimis selama jalan kita positif, Allah pasti akan ambil peran untuk tuntun kita sampai garis finish. Tidak ada jeleknya ya kita posting….. Makasih Pak…. salam epos!!

1. Anda harus fokus dan cari terus hal-hal positifnya Seperti kisah pencari emas. Bila Anda menjadi penambang emas maka Anda harus membuang ratusan ton pasir dan batu, ribuan liter air dan tenaga berhari-hari. Padahal emas yang Anda cari hanya seberat 1 ons. Bila Anda tidak fokus dengan pencarian itu, maka Anda bisa menjadi pedagang batu akik karena Anda berhenti terlalu dini dan dalam pencarian emas itu dan tergoda untuk menambang akik saja. Anda harus tetapkan untuk selalu fokus dan jangan tergoda oleh rumput ladang tetangga yang terkadang lebih hijau. Anda mesti sabar, ulet dan tekun dalam pencarian emas itu. Sukses itu seperti emas yang mahal harga tebusannya. Bila Anda menemui masalah dalam upaya pencarian emas itu, maka Anda janganlah tergoda oleh rumput yang tidak Anda tanam ketika Anda menanam padi. Bila Anda menanam padi maka saat kemudian dipastikan rumput akan ikut tumbuh. Padahal Anda tidak menanam rumput itu, tetapi ia tetap tumbuh. Bagaimana menyikapinya? Anda harus fokus dan jangan tergoda dengan banyaknya rumput yang tidak ditanam itu tumbuh. Yang Anda harus lakukan adalah mencari solusi atau alternatif apa supaya rumput penghalang tumbuhnya padi secara subur itu bisa dihilangkan atau disingkirkan. Cari terus solusinya sampai bisnis Anda tetap jalan walaupun halangan dan rintangan menyertainya. Pikirkan alternatif-alternat if lainnya yang mungkin masih bisa dijalankan. Jangan berhenti terlalu dini karena bila Anda melakukan itu, maka masalah dalam bisnis Anda justru tambah banyak. Sukses yang Anda harapkan itu justru semakin menjauh.

2. Membiasakan diri untuk melakukan sesuatu sekarang juga Jangan menunda pekerjaan. Jangan menunda untuk memulai bisnis Anda. Ambillah keputusan sekarang juga atau Anda tidak pernah jadi memulai. Keraguan yang selalu menyelimuti Anda selamanya tidak akan hilang manakala Anda tidak pernah mengambil keputusan untuk memulai sekarang. Hitungan-hitungan kalkulator yang ada dalam benak pikiran Anda hanya akan membuat Anda semakin ketakutan untuk memulai. Sadar atau tidak terkadang pikiran kita membuat kita selalu menunda untuk memulai. Karena itu lawanlah pikiran Anda dengan tindakan. Mulailah sekarang apa pun bisnis Anda atau Anda kehilangan kesempatan untuk sukses.

3. Kembangkan rasa bersyukur kepada Tuhan
Dengan mensyukuri nikmat Tuhan kita justru akan ditambah terus kenikmatannya. Bagaimana cara mensyukuri nikmat Tuhan berupa rezeki yang kita dapatkan dari bisnis yang kita jalankan? Agama mengajarkan agar kita terus menambah ibadah kepada-Nya. Kita terlahir ke dunia hanya punya satu tugas, yakni beribadah kepada-Nya. Tambah terus ibadah kita kepada Nya. Kesuksesan seperti apa yang kita mau? Tuhan akan menganugerahkan semua kesuksesan hidup kita dunia akhirat sesuai yang kita mau. Karena itu, bila bisnis kita menguntungkan, maka wajib hukumnya kita membayar zakatnya dan sedekahkan sebagian untuk orang-orang yang berhak menerimnya. Dengan banyak zakat dan amal yang kita keluarkan, tidak pernah dalam sejarah hidup manusia, orang yang banyak mengeluarkan zakat dan sedekah akan bertambah miskin.

Tuhan Maha Tahu, Kita berderma banyak kepada orang lain, maka Dia akan memberi kita lebih banyak lagi bahkan berlipat ganda dari arah dan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Yang ada bila kita banyak berderma maka kekayaan dan kesuksesan kita akan dilipatgandakan. Banyak berderma adalah salah satu bukti syukur kita kepada Tuhan.

4. Bergabunglah dengan orang yang berpikir dan bersikap positif
Bila Kita bercampur dengan tukang minyak wangi maka kita tidak mustahil juga ikut wangi. Bila kita bercampur dan berkumpul dengan orang yang optimis, berpikir positif, dan sukses maka kita juga tidak mustahil akan mengikuti mereka yang sukses. Lingkungan sangat mempengaruhi dan membentuk pikiran kita. Sangat diajurkan kita bergaul dan hidup bersama orang-orang yang selalu berpikiran positif supaya kita juga tetap menatap ke depan dengan optimisme.

Sukses adalah harus optimis menjalani hidup ini ke depan. Sukses dalam bisnis kita senantiasa yakin dan percaya diri bahwa bisnis yang kita jalankan berprospektif cerah di masa yang akan datang. Jangan mundur menghadapi rintangan apa pun. Tataplah masa depan dengan keyakinan penuh bahwa bisnis ini berjalan dengan baik. Karena itu, kita penting mengasah optimisme kita itu dalam pelatihan atau dalam pendidikan yang berkelanjutan. Mulailah dari hal-hal kecil dengan sikap positif seperti saat bangun tidur, saat berjumpa teman, saat sakit menimpa, saat makan dan duduk. Biasakan berprasangka baik dengan teman, relasi atau siapa pun yang baru kita jumpai. –>

tentang

Monday, July 30th, 2007

Senyum dan ketawa
“Jika tersenyum, otak mereka mengeluarkan seretonin yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka,” sahut Patch Adams begitu kepergok dekan fakultas kedokteran tempat ia kuliah, saat ia sedang mengajak bercanda para pasien di bangsal rumah [Rahasia Senyum, DR. Patch Adams, West Virginia, Amerika Serikat.]

Hasil riset para ahli kesehatan tentang senyum :
Ketika seseorang tersenyum, betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, otak mereka akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga memberi daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang. Suatu alat pengangkat beban jiwa.

Hasil riset tentang tertawa :
Sebagaimana diungkap Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat, anak-anak rata-rata tertawa 400 kali dalam sehari. Sedang orang dewasa rata-rata hanya tertawa 15 kali saja sehari.
Itu berarti manusia dewasa kehilangan 385 tawa seiring dengan bertambahnya umur. “Padahal terbukti, tertawa bermanfaat bagi kesehatan,” kata Coggin.
Merujuk hasil riset yang pernah dilakukannya, doktor bidang medis itu menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres.

“Setelah meninggikan sampai jumlah tertentu tekanan darah dan irama jantung, tertawa langsung menurunkannya lagi sehingga sensor-sensor perseptif meningkat dan menyebabkan Anda sanggup menghadapi tugas dengan lebih baik,” paparnya.

”Kamu tidak akan pernah bisa menarik simpati orang lain dengan harta benda yang kamu miliki, tetapi kamu bisa menarik simpati orang lain dengan wajah ceria (senyum) dan dengan akhlak yang baik.” (HR Abu Yu’la dan Al-Baihaqi).

Di antara manfaat senyum adalah menambah daya tarik. Orang yang murah senyum kepada sesama akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebab, senyum yang berangkat dari ketulusan hati merupakan sedekah. ”Senyummu terhadap saudaramu adalah kebajikan.” (HR At-Tirmidzi).

Barangkali diantara kesibukan kita yang padat… kejar d/l pitching, approval design, brainstorm,… kita menjadi jarang tersenyum apalagi ketawa. Padahal kita tahu manfaat besarnya. Tidak ada jeleknya menyisihkan waktu barang beberapa menit untuk bercengkerama dengan teman, anak/ istri, sahabat, saudara, handai taulan ditengah riuh pekerjaan yang tidak pernah berhenti. Sejenak tersenyum dan tertawa untuk membuat fisik kita lebih sehat, hati lebih nyaman dan menjadikan hidup kita indah setiap saat. –>

Keajaiban

Monday, July 30th, 2007

THK Masuk MURI
Terima Kasih yaa… Allah. Akhirnya perolehan THK Baznas DD pada Idhul kurban Desember tahun 2006 melampaui perolehan tahun lalu dengan total omzet kurang lebih Rp 1 milyar lebih banyak. Selamat untuk kerja keras tim THK yang mampu tercatat di rekor MURI sebagai perolehan kurban terbanyak di Indonesia. 9720 ekor kambing/domba, dan 271 ekor sapi dengan total omzet Rp 8,7 M. Sungguh, perancangan komunikasi visual yang kami buat tidak akan berujung baik hasilnya tanpa dukungan pasukan marketer2 handal THK yang bekerja keras dan ikhlas… memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara kita kaum dhuafa diseluruh pelosok Indonesia.

Selamat juga untuk team kreatif Syafa’at Advertising. Makasih Pak Bud, Intan, Ayip, teman-teman di media dept, Account Dept, dan semuanya saja atas kerja kerasnya. Semoga prestasi ini tidak menjadikan kita cepat berpuas diri. Semoga di tahun depan menghasilkan karya2 yg lebih berkualitas lagi. Ada atau tidaknya rekor MURI, tidak mempengaruhi kita untuk hasilkan karya-karya berkualitas dengan ide-ide cerdas, tidak lain hanya untuk kemajuan klien. Semoga Allah senantiasa menuntun langkah kita. –>