Membentuk

July 30th, 2007

Pagi-pagi melirik dari milis sebelah… ada tulisannya pak Teguh Sucipto. Menarik… mengingatkan kita semua… agar tetep fokus dan optimis selama jalan kita positif, Allah pasti akan ambil peran untuk tuntun kita sampai garis finish. Tidak ada jeleknya ya kita posting….. Makasih Pak…. salam epos!!

1. Anda harus fokus dan cari terus hal-hal positifnya Seperti kisah pencari emas. Bila Anda menjadi penambang emas maka Anda harus membuang ratusan ton pasir dan batu, ribuan liter air dan tenaga berhari-hari. Padahal emas yang Anda cari hanya seberat 1 ons. Bila Anda tidak fokus dengan pencarian itu, maka Anda bisa menjadi pedagang batu akik karena Anda berhenti terlalu dini dan dalam pencarian emas itu dan tergoda untuk menambang akik saja. Anda harus tetapkan untuk selalu fokus dan jangan tergoda oleh rumput ladang tetangga yang terkadang lebih hijau. Anda mesti sabar, ulet dan tekun dalam pencarian emas itu. Sukses itu seperti emas yang mahal harga tebusannya. Bila Anda menemui masalah dalam upaya pencarian emas itu, maka Anda janganlah tergoda oleh rumput yang tidak Anda tanam ketika Anda menanam padi. Bila Anda menanam padi maka saat kemudian dipastikan rumput akan ikut tumbuh. Padahal Anda tidak menanam rumput itu, tetapi ia tetap tumbuh. Bagaimana menyikapinya? Anda harus fokus dan jangan tergoda dengan banyaknya rumput yang tidak ditanam itu tumbuh. Yang Anda harus lakukan adalah mencari solusi atau alternatif apa supaya rumput penghalang tumbuhnya padi secara subur itu bisa dihilangkan atau disingkirkan. Cari terus solusinya sampai bisnis Anda tetap jalan walaupun halangan dan rintangan menyertainya. Pikirkan alternatif-alternat if lainnya yang mungkin masih bisa dijalankan. Jangan berhenti terlalu dini karena bila Anda melakukan itu, maka masalah dalam bisnis Anda justru tambah banyak. Sukses yang Anda harapkan itu justru semakin menjauh.

2. Membiasakan diri untuk melakukan sesuatu sekarang juga Jangan menunda pekerjaan. Jangan menunda untuk memulai bisnis Anda. Ambillah keputusan sekarang juga atau Anda tidak pernah jadi memulai. Keraguan yang selalu menyelimuti Anda selamanya tidak akan hilang manakala Anda tidak pernah mengambil keputusan untuk memulai sekarang. Hitungan-hitungan kalkulator yang ada dalam benak pikiran Anda hanya akan membuat Anda semakin ketakutan untuk memulai. Sadar atau tidak terkadang pikiran kita membuat kita selalu menunda untuk memulai. Karena itu lawanlah pikiran Anda dengan tindakan. Mulailah sekarang apa pun bisnis Anda atau Anda kehilangan kesempatan untuk sukses.

3. Kembangkan rasa bersyukur kepada Tuhan
Dengan mensyukuri nikmat Tuhan kita justru akan ditambah terus kenikmatannya. Bagaimana cara mensyukuri nikmat Tuhan berupa rezeki yang kita dapatkan dari bisnis yang kita jalankan? Agama mengajarkan agar kita terus menambah ibadah kepada-Nya. Kita terlahir ke dunia hanya punya satu tugas, yakni beribadah kepada-Nya. Tambah terus ibadah kita kepada Nya. Kesuksesan seperti apa yang kita mau? Tuhan akan menganugerahkan semua kesuksesan hidup kita dunia akhirat sesuai yang kita mau. Karena itu, bila bisnis kita menguntungkan, maka wajib hukumnya kita membayar zakatnya dan sedekahkan sebagian untuk orang-orang yang berhak menerimnya. Dengan banyak zakat dan amal yang kita keluarkan, tidak pernah dalam sejarah hidup manusia, orang yang banyak mengeluarkan zakat dan sedekah akan bertambah miskin.

Tuhan Maha Tahu, Kita berderma banyak kepada orang lain, maka Dia akan memberi kita lebih banyak lagi bahkan berlipat ganda dari arah dan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Yang ada bila kita banyak berderma maka kekayaan dan kesuksesan kita akan dilipatgandakan. Banyak berderma adalah salah satu bukti syukur kita kepada Tuhan.

4. Bergabunglah dengan orang yang berpikir dan bersikap positif
Bila Kita bercampur dengan tukang minyak wangi maka kita tidak mustahil juga ikut wangi. Bila kita bercampur dan berkumpul dengan orang yang optimis, berpikir positif, dan sukses maka kita juga tidak mustahil akan mengikuti mereka yang sukses. Lingkungan sangat mempengaruhi dan membentuk pikiran kita. Sangat diajurkan kita bergaul dan hidup bersama orang-orang yang selalu berpikiran positif supaya kita juga tetap menatap ke depan dengan optimisme.

Sukses adalah harus optimis menjalani hidup ini ke depan. Sukses dalam bisnis kita senantiasa yakin dan percaya diri bahwa bisnis yang kita jalankan berprospektif cerah di masa yang akan datang. Jangan mundur menghadapi rintangan apa pun. Tataplah masa depan dengan keyakinan penuh bahwa bisnis ini berjalan dengan baik. Karena itu, kita penting mengasah optimisme kita itu dalam pelatihan atau dalam pendidikan yang berkelanjutan. Mulailah dari hal-hal kecil dengan sikap positif seperti saat bangun tidur, saat berjumpa teman, saat sakit menimpa, saat makan dan duduk. Biasakan berprasangka baik dengan teman, relasi atau siapa pun yang baru kita jumpai. –>

Product

July 30th, 2007

Capaign Advy 2007
Pada suatu kesempatan saya kirim email berisikan attach poster campaign ADVY (Akademi Desain Visi Yogyakarta) kepada beberapa alumnus yang sudah bekerja dan memiliki posisi penting disebuah advertising agency di Jakarta dan kota-kota lain. Komentarnya sangat beragam dan membuat bahagia creative team di advy yang notabene seluruh pengerjaan desainnya oleh mahasiswa. Berikut petikannya…

Komentar si X dari Jogja.
“Wah posternya tahun ini keren pak…”
“Keren apanya…? Di bagian mana?”
“Yaaa…. keren aja….”
Itu komentar si Art Director alumnus ADVY yg sekarang kerja di Jogja. Jawabannya terlalu singkat dan memunculkan banyak persepsi dan yang jelas, jawabannya tidak konseptual. Cenderung emosional… terlihat seneng banget… posternya ADVY sekarang lebih kerenh….

Komentar si Y dari Jakarta.
“Kalau menurut saya, melihat dari Target Audiencenya, kalo emang TA-nya adalah anak2 SMU, poster ini cukup menarik, apalagi bagi mereka yang melihat desain komunikasi visual sebagai sebuah jurusan yang asyik, poster ini cukup punya potensi untuk membuat mereka tertarik. kalo meleihat dari segi iklan, dalam membuat karya, jangan berhenti pada titik ‘menarik’ tersebut, kita kudu lebih membuat orang sampai memilih produk/jasa kita dan kemudian bersikap loyal kepada Brand kita ( produk/jasa tsb ). Back to the poster, Saya melihat kesamaan pada karya poster promo ADVY tersebut dengan gaya grafis yang saat ini sedang menjadi trend, juga kesamaan dengan beberapa kampus seni/desain yang ada. Saya jadi sedikit bingung, ADVY memposisikan ‘diri’ sebagai apa diantara kampus2 seni/desain yg sudah ada. Kalau dengan Visual yang seperti itu, jelas ADVY bukanlah trendsetter yang selama ini kita kenal sebagai kampus pertama untuk pendidikan desain D3. Banyak yang akan bertanya, kalau begini nih, di kampus itu juga bisa..dlsb. Apalagi saat ini di jogja juga udah ada ********** kalau tidak salah. Nah, menurut saya penting untuk memposisikan ADVY sebagai pencetus ide ketimbang skills, yang membuat orang tidak akan bertanya ‘apa sih yg gue dapetin, kalo kuliah di ADVY. Kalo apa aja bisa, di kampus ********** (misalnya) juga bisa, malah lengkap dari desain, multimedia, iklan hingga animasi’. tapi bisa membuat orang berkata, “nah, kampus ini nih yang gua cari”..kenyataannya, kalau kita memiliki skills yang lengkap, kita hanya sekedar menjadi graphic designer ( not adecision maker ), alangkah bagusnya kalo ADVY bisa melahirkan bahkan menjamin lulusannya sebagai orang2 yang berdiri di balik ide2 besar atau bahkan seorang konseptor ( seperti peran saya sekarang di **** ), artinya ADVY mampu melampaui dari jenjang pendidikan yang dimiliki, walau D3 tapi mampu melahirkan lulusan yang setara dengan S1. Coba bandingkan dari segi taglinenya aja, kalo misalnyasaya mengusulkan memakai kata ” SKILLS IS NOT ENOUGH HERE” atau “MORE THAN SKILLS”, menurut saya, lebihbisa mendirect konsumen/audience ke arah yang mereka butuhkan, karena memang berdasarkan kenyataan, kita butuh lebih dari sekedar skill mengoperasikan komputer grafis untuk bisa bersaing di luar sana. Apalagi diluar sana, banyak pendidikan desain, yang mengembar-gemborkan skill komputer, seperti misalnya 6 bulan kursus graphicdesign atau 1 tahun multimedia, ini kan sebenarnya kompetitor yang mesti diwaspadai, oleh karena itu, promo ADVY harus bisa meyakinkan calon konsumen/audience bahwasan kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual, bukan hanya tuntutan skill yang didapat tapi lebih dari itu. Karena bagi saya, OPO WAE ISO kedengarannya lebih dekat ke arah skills. Seperti bisa photoshop, bisa corel, bisa photo, dll. Well, that’s just an opinion for ADVY,biar gimanapun saya kan alumni ADVY jadi setidaknya punya sedikit harapan, kalau besok2 ADVY bisa lebih berkembang dari sekarang. Hehehe”

jawab saya,
“aku setuju ama kamu ***…. opo wae iso itu juga berarti iso “ngonsep”… maksudnya. Dalam ranah perkuliahan, di advy semuanya dikasih (maksudnya opo wae iso) segala lini ilmu per diskoman, tidak hanya skills… karena pengambilan icon karakter prajurit “nyutro” (prajuritnya kraton wilayahnya tamsis– gedung barunya advy) dengan pertimbangan konseptual yang luas… memiliki senjata lengkap… melindungi dan mempertahankan eksistensi diri… baik dengan bekerja scr tim maupun individu. juga mengangkat sisi2 budaya bangsa. Yang sangat khas… dan tidak dimiliki kampus-kampus lain. Dengan melihat kompetitor (seperti ***, *****, ***) kayaknya campaign ini kalo diterjemahkan n dijelaskan dengan baik… akan menghasilkan penerimaan yg baik pula.
di booklet akan terasa nilai2 konseptualnya jek… beda sama kampus laen… tunggu aja lounchingnya….aku butuh bantuan kamu utk bisa njelasin ini… ke temen2 alumni… gimana caranya agar mereka mau bahu membahu bantu naikkan image positif advy di ranah deskomvis Indonesia.”
“OK Pak setuju …. sory… sy ngga tahu… saya pikir tokohnya just robot biasa nggak ada artinya… ternyata prajurit Nyutro… he he he”
Itu komentar alumnus ADVY yang sekarang kerja dan menjabat sebagai Art Director di perusahaan multinasional. Baru dua orang yang serius komentar… ada yang laen?…. boleh komentar panjaaaang or pendek. Ayo!! ditunggu emailnya. –>

Belajar

July 30th, 2007

Di Metro TV hari minggu kemaren, acaranya Safir Senduk membedah buku (saya agak lupa judulnya) kayaknya “Menjadi Kaya ala China” yang memuat nilai-nilai budaya dalam etos bisnis suku bangsa tionghoa. Menarik… dalam perbincangan singkat kurang lebih 30 menit itu mengungkap jurus-jurus maut ala China. Ada 6 jurus yang sempat tercatat dalam benak

Bukan karena kultur untuk jadi kaya tapi karena kerja keras. Bener ya… Tuhan memang adil… untuk menjadi kaya tidak harus menjadi suku bangsa tionghoa. Yang penting etos kerjanya… manteb. Walaupun rekor dunia orang terkaya, orang china belum pernah mendudui peringkat pertama… (kalau nggak salah)

Menyanjung untuk mempertahankan relasi. Siapapun pasti akan suka disanjung… kebanyakan siih… kecuali mereka yang zuhud… rata-rata justru tidak suka disanjung walaupun dihati kecilnya “suka”, tapi itu hanya sedikit dari milyaran orang yang ada didunia ini. Bahkan sebagian besar orang-orang sukses itu hidup dari sanjungan dan sering menyanjung orang lain. Sehingga relasi senang, networking pun bertambah.

Beli satu kasih dua. Maksudnya kalau ada customer yang beli barang dengan harga Rp. 10.000 maka berikanlah senilai Rp. 11.000 atau senilai Rp. 12.000, entah dengan cara bonus barang, service tertentu, diskon, dll

Mau makan bubur encer. Ini kata lain untuk “mampu hidup prihatin”. Mereka rela untuk makan seadanya termasuk bubur encer murah dan mengenyangkan. Kadang makannya rela tidak ditemani lauk demi menabung untuk modal usaha.

Baca Peluang. Setiap perumahan/ real estate biasanya diisi keluarga-keluarga yang membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Mereka membaca peluang itu dengan membangun bisnis ruko sehingga sekarang ketika di situ sedang dibangun ruko, di depan perumahannya pasti ada mini market atau ruko yang bisa disewa. Sehingga warga perum tidak perlu berjalan jauh untuk mendapatkan kebutuhan2 nya. Ini contoh sederhana saja.

Manfaatkan Lingkaran Dalam. Mereka selalu menggunakan potensi keluarga terdekat, keluarga dan lingkungan di sukunya. Mengupayakan kesuksesan bersama dimulai dari lingkaran dalam. Saling mensuport bisnis, dengan daya dukung yang riil dalam membelanjakan uangnya.

Enam poin sederhana yang barangkali sering kita jumpai di buku-buku umum trik bisnis. Tapi memang terasa lebih renyah karena ternyata beberapa tips diatas adalah khas suku bangsa China yang terbukti banyak yang telah sukses dalam menempuh bisnisnya.
Rosulullah sendiri memberikan atribut istimewa untuk bangsa China dalam hubungannya dengan keilmuan. “Thalabul ‘ilmi walaubichiin”. Belajarlah walaupun sampai ke negeri China. Rosulullah tidak mungkin bersabda demikian kalau bangsa China tidak memiliki ilmu cukup untuk mempertahankan eksistensi hidupnya.
Wallahu a’lam bishowab. –>

July 30th, 2007

poto bareng terakhir Pak Ind
Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Untuk ukuran perusahaan Adv, tentu banyak hal yang sudah dilakukan. Demikian juga dengan mas Indarto (Account Director) yang telah lalui sepuluh tahun bersama tim. Banyak hal yang sudah diberikan untuk tim, perusahaan, dan tentu saja tidak mungkin syafa’at bisa seperti sekarang tanpa kontibusi positif mas Indarto selama ini. Suka duka telah kita lalui bersama…

Sejak lulus dan dapet gelar MM, saya sudah duga pasti mas Ind punya gerak lebih untuk menata masa depan. Dan mas Ind masih menahan itu sampai estafet itu sempurna. Terima kasih mas Ind… atas karakter ‘istiqomah’nya selama ini. Saya banyak belajar dari Anda.

Dimanapun, kapanpun selama masih mendaki walaupun di gunung tertinggi… saya akan selalu mendukung. Be the best muslim entrepreneur yah… kita lihat tahun 2015 nanti … siapa yang duluan raih… good Luck… –>

July 30th, 2007

sayap pesawat
Sepulang presentasi tour dari Jakarta, tepatnya sabtu sore kemaren dari bandara adisucipto pulangnya naik taxi. Kita bertiga terlibat obrolan kerenh… dengan drivernya.

“Jumat kemaren kabarnya ada gempa Pak, di Jogja” tanya Cahyo (AE) sok akrab.
“Ooo… ya mas… gede gempanya… 3,2 SR… tapi nggak papa mas, soalnya ada yg lebih menggetarkan…”
Kita bertiga mlongo… “apa pak?”
“Ucapannya Yusuf Kalla yang njanjiin 30 juta, itu lebih menggetarkan dan bikin gempa baru di Jogja… ya khan?” jawabnya.
“Ha ha ha ha….” ketawa kita bertiga menggetarkan taxi.
“Tapi salahnya rakyat juga loh pilih presidennya yang sekarang. Kenapa milihnya SBY JK. Khan di kampanye begitu. Bersama kita bisa, pilih SBY JK. SBY itu khan Susah Bensin Yaaa… jalan kaki… bener khan? Menurut saya nggak salah itu… Susilo Bambang Yudhoyono… yang salah rakyatnya bukan SBY. Dan mereka berdua berhasil khan? Bikin perubahan… yaang tadinya bensin 2.500 sekarang sudah 4.500… nanti khan targetnya naik jadi 6.900…kita tunggu saja” The taxi driver say
“Ha ha ha ha …….”
“Ada lagi mas… menurut saya presiden yang sekarang itu juga bener… bener banget… lha wong janjinya dulu kan… mari entaskan kemiskinan. Itu betul … karena kurang lebih 20 juta orang sekarang hidup dibawah garis kemiskinan… berarti kan berhasil to mengentaskan kemiskinan… dientaskan trus ditaruh dibawahnya miskin…. ha ha ha….”

Ini driver taxi citra… taxi-nya bandara… melihat negerinya seperti olok2kan. Tapi kadang bener juga ya… biar nggak stress mikirin pemerintah yang kebijakan2nya sulit untuk dikatakan kalau masih membela kepentingan rakyat… –>

Indonesia

July 30th, 2007

masker
Sudah tak terhitung banyaknya bencana & kejadian yang bertubi-tubi melanda bangsa ini. Mulai dari tsunami di Aceh, gempa Nias, gempa Jogja Jateng, tsunami Pangandaran, Flu Burung, meletusnya merapi, tanah longsor dimana-mana, kasus pembantaian ‘teroris’ di Poso, malnutrisi, pengangguran yg sudah diatas 40 juta orang, pembunuhan, perampokan, aborsi yang dari hari kehari tidak menunjukkan penurunannya. Dan masih banyak lagi bencana di negeri tercinta ini. Terakhir bahwa 40% Jakarta telah terendam banjir dan akan meningkat prosentasenya ketika Bogor dan kawasan Puncak tidak berhenti hujan.

Allah telah mengatakannya dalam kitab suci. Ada kata fasad atau kerusakan. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
[TQS Ar Ruum : 41].
Didalam penjelasan para ulama bahwa kata fasad terbagi menjadi dua, fasad (kerusakan) dalam arti bencana alam yang sifatnya alamiah. Gunung meletus, gempa bumi, tsunami, angin topan dll. Untuk itu kita wajib untuk pasrah kepada-Nya. Hanya kesabaranlah yang nantinya akan membuat kita ’naik kelas’. Kemudian arti fasad yang kedua, kerusakan yang diakibatkan oleh perbuatan manusia sehingga Allah memberikan contoh berupa bukti-bukti riil dalam kehidupan sehari-hari.

Banyaknya aborsi mungkin karena aturan di negeri ini yang memang membebaskan setiap orang untuk bergaul bebas tanpa batas serta membiarkan individu tidak beriman yang semakin banyak. Rangsangan dari berbagai media cetak maupun elektronik yang selalu memberikan inspirasi liberalisasi tingkah laku maupun pemikiran kepada generasi muda.

Flu burung di Indonesia… sekarang ada diurutan ke 2 dunia dari banyaknya jumlah korban tewas. Ada skenario buruk konspirasi negara-negara barat, membuat kerjasama ‘kongkalingkong’ dengan pemerintah negara-negara berkembang agar bisa mengimport paha ayam, jeroan ayam/sapi, dengan harga sangat murah yang kemungkinan terjangkit penyakit.

Pembantaian kepada DPO teroris kasus Poso. Yang terbantai sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Rakyat Poso melalui hari-harinya dengan penuh ketakutan. Suasana mencekam menghantui setiap saat. Bisa jadi peluru nyasar ada dimana-mana. Apakah ini skenario Amerika untuk membumikan undang-undang anti terorime pasca runtuhnya WTC 911 yang memang bisa dikatakan berhasil?

Malnutrisi dimana-mana. Bahkan di Jakarta di ibukota yang notabene kediaman para petinggi negeri ini. Masih juga kesejahteraan tidak merata. Dengan begitu, anggota dewan juga getol mensejaterakan diri. Ada cerita menarik dari seorang sahabat ketika bertemu dengan anggota parlemen negara-negara tetangga. Mereka mengatakan bahwa anggota dewan di Indonesia sangatlah ‘eksentrik’ karena mengangap gaji itu sebagai ‘prasmanan’, silahkan mau ambil sendiri-sendiri berapa gaji yang diinginkan. Proyek-proyek besar maupun kecil, dana bisnis maupun hibah untuk korban bencana, semuanya dianggap ada upeti yang harus dikeluarkan dengan dalih biaya administrasi dan operasional. Kalau para pemimpin negeri ini lebih mementingkan perut-perut mereka dibanding perut rakyat mereka… apalah jadinya.

Di televisi kemaren ketika terjadi banjir ada salah satu keluarga anggota DPR pusat juga terkena banjir. Dirumahnya yang berlantai tiga dan tinggi rumah ketika dibangun saja sudah ditinggikan 1,5 m tetap terendaam banjir setinggi 2,5 m, namun keluarga mereka selamat karena bisa tinggal di lantai 2 maupun tiga. Jelas? Karena dia punya cukup untuk membangun rumah lantai tiga. Tapi tetangganya? Kalau dikatakan aman… lucu… boro-boro untuk membangun rumah tingkat tiga. Untuk kontrak rumah setahun saja sulit. Ironis… belum lagi apa yang diperbuat orang-orang kaya di Bogor, kawasan Puncak, dan sekitarnya… mereka dengan mudahnya mendapatkan ijin membangun villa, hotel, untuk memperkaya diri atau rumah mewah pribadi yang hanya ditinggali sesekali kalau pas weekend. Juga menjamurnya realestate di Jakarta dan mulai merambah di Jakarta pinggiran karena kehabisan lahan, membuat resapan tanah semakin lama habis. Wajar kalau sekarang Jakarta ‘habis’ di musim hujan. Ini bukan nada marah… karena batal berangkat presentasi ke Jakarta lho….

Semoga mereka yang belum sadar segera tersadar, dan semoga mereka yang sebelumnya telah sadar segera mengajak orang lain untuk sadar dan kembali ke jalan yang benar.
Maaf kalau tulisannya subyektif banget. Wallahu A’lam Bishowab. –>

Lounching

July 30th, 2007

www.syafaatadvertising.net
‘Wax’, a flexible amusement object that being used to increase the sensitivity of the right part of human brain; the creator will shape the idea through any media in his hand.

Extensive creativity just likes ocean and blue sky; it will appear evidently through evidences that being created. The new logo of Syafa’at is a reflection of the twisted red thread of a solid teamwork of the creator, developed imagination, and brilliant product which flowed; produced added value for the survival of the company and his partner. –>

Values-based

July 30th, 2007

leadership book's
Buku kepemimpinan berbasis nilai tulisan Kenneth Majer, Pd.D. dengan sub headline yang menarik “Pendekatan Revolusioner terhadap Keberhasilan Bisnis dan Sukses Pribadi” ini tampaknya tidak semua isinya bagus seperti yang ditawarkan dalam cover. Apakah karena buku ini terjemahan bahasa inggris yang barangkali penerjemahannya kurang pas, atau karena memang alur buku yang disukai di Amerika dan konon menjadi buku best seller ini kurang sesuai dengan alur logika kita orang Indonesia, atau barangkali karena saya sajalah yang lagi “oon” sehingga buku ini terasa borring di mata saya. Dengan didahului oleh prolog komentar orang-orang terkenal macam Ken Blanchard, Carter McClelland, Curtis W Cook, Jerry Goldress dll. Menjadikan buku ini tampak “layak” untuk dibaca sampai habis.

Memang betul! Awalnya menarik… menyuguhkan satu kisah mimpi Robb Reinhart seorang president direktur Central Plains Foods, sebuah perusahaan distribusi makanan besar di Midwestern Amerika serikat.
“Kamu Dipecat!!” dia bermimpi dipecat oleh direktur komisaris sehubungan dengan menurunnya kinerja para pegawainya dan tidak adanya peningkatan omzet tahun ini.

Lembar demi lembar buku terbaca. Alur yang disajikan tak ubahnya sebuah cerita pengalaman seorang CEO dalam menyelesaikan problem di kantornya. Tak banyak yang dibahas, hanya dalam bab I dijelaskan mengenai bagaimana sebuah nilai-nilai yang ada dalam perusahaan bisa dijalankan. Langsung juga dalam bab yang sama mengenai bagaimana agar nilai-nilai dalam perusahaan bisa dijalankan dg sepenuh hati oleh para karyawan? Jawabannya… seluruh elemen dalam struktur organisasi di perusahaan harus menciptakan sendiri nilai-nilai yg ada dlm perusahaan. Bukan presiden direktur, bukan para manajer, dan juga bukan para karyawan sendiri. Melainkan seluruh elemen. Tidak terkecuali jajaran paling bawah dalam sebuah perusahaan. Diajak utk duduk bersama membicarakan nilai-nilai yang hendak dibangun. Misalnya Honesty, Integrity, Profit, People, Opportunity. Sudah! Apakah memang nilai-nilai disepakati bersama? Setelah semuanya sepakat dan berangkat dari lubuk hati yang paling dalam, ikhlas melaksanakannya… yaa… sudah… laksanakan. Itu yang dibahas dalam Bab I. Selebihnya, bla… bla… bla…. seperti mengulang-ulang bab I dengan bahasa yang bertele-tele. Kok jadi sewot gini ya…. Yaaa… iya.. laahh. Karena pembahasan problem yang mestinya bisa diselesaikan 1 alinea, berbunga menjadi satu buku.

Tapi paling tidak ada satu pelajaran positif yang bisa kita ambil… walaupun hanya satu. Dalam menentukan kebijakan perusahaan, khususnya kebijakan yang menuntut dilaksanakannya oleh seluruh elemen dalam perusahaan yang menyangkut motivasi kerja, gairah kerja, kekompakan dll, hendaknya diputuskan secara bersama dan tidak diputuskan sepihak oleh manajemen.
That’s It. –>

July 30th, 2007

badminton
Selama ini khususnya didunia motivasi… manajemen… atau yang sejenisnya… kita selalu mendapatkan pernyataan mengenai pentingnya belajar pada siapapun termasuk belajar dengan yang lebih muda. Orang boleh berusia muda tapi pengalaman, ilmu, atau kemampuan bisa jadi lebih banyak. Tidak ada yang bisa jamin orang yang lebih tua pasti lebih berilmu. Tapi pengalaman dibawah ini berbicara sebaliknya.

Pada kesempatan berkumpul dengan bapak-bapak didusun tadi malam di acara rutin “tample’an” istilah ndeso [:thukul] nya badminton. Ada pengalaman berharga saya dapatkan malam itu. Dilihat yang hadir barangkali saya yang paling terlihat muda. Karena mereka lebih beruban daripada saya… he… he… btw mereka sangat bersemangat dan mainnya bagus-bagus. Trus tiba-tiba muncul penyakit hati… masak sih bapak-bapak seumuran 45-50 an tahun bisa bermain sampai game 30 (hitungan badminton kampung).
Keraguan terhadap mereka mulai terlihat ketika angka terbesar sudah menyentuh 20. Musuh mulai terlihat lambat geraknya. Tapi mengejutkan… semua bola bisa kembali dengan istiqomah… dropshot, lop, main net, backhand… semua di coba and bisa kembali lgi dengan bola2 yang lebih sulit. Nafas saya mulai ngos-ngosan. Mainnya mulai lambat… barangkali jadi lebih lambat dari mereka. Walaupun akhirnya dimenangkan oleh saya dan pasangan saya, pada game-game yang berlalu tampaknya kemujuran datang karena pasangan saya bermain lebih bagus. Lebih gesit, smashnya lebih terarah, back up belakangnya lebih kuat, dan saya hanya diminta untuk jagain didepan net (pekerjaan utk orang yg kemampuan badmintonnya rendah). Walaupun pasangan saya lebih tua… dan pasti kelihatan sekali kalau saya sangat tidak manusiawi memperlakukan orang tua sedemikian sibuk…. maluuu rasanya.

Jadi ingat filmnya “Victor Vogel the Commercial Man”. Ketika sang Art Director muda si Vogel yang mulai surut karena ngejar jabatan CD… kekayaan… popularitas… sehingga menjadi berkurang kreatifitasnya. Tiba-tiba si mantan CD yang sudah terbuang dan dipecat dari kantornya “Brainstorm” karena dianggap tidak kreatif lagi muncul dengan membawa ide segarr….. yang singkat ceritanya…. Klien suka dengan ide gilanya.
Soo…. Jangan remehkan yang lebih tua. –>

tentang

July 30th, 2007

Senyum dan ketawa
“Jika tersenyum, otak mereka mengeluarkan seretonin yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka,” sahut Patch Adams begitu kepergok dekan fakultas kedokteran tempat ia kuliah, saat ia sedang mengajak bercanda para pasien di bangsal rumah [Rahasia Senyum, DR. Patch Adams, West Virginia, Amerika Serikat.]

Hasil riset para ahli kesehatan tentang senyum :
Ketika seseorang tersenyum, betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, otak mereka akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga memberi daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang. Suatu alat pengangkat beban jiwa.

Hasil riset tentang tertawa :
Sebagaimana diungkap Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat, anak-anak rata-rata tertawa 400 kali dalam sehari. Sedang orang dewasa rata-rata hanya tertawa 15 kali saja sehari.
Itu berarti manusia dewasa kehilangan 385 tawa seiring dengan bertambahnya umur. “Padahal terbukti, tertawa bermanfaat bagi kesehatan,” kata Coggin.
Merujuk hasil riset yang pernah dilakukannya, doktor bidang medis itu menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres.

“Setelah meninggikan sampai jumlah tertentu tekanan darah dan irama jantung, tertawa langsung menurunkannya lagi sehingga sensor-sensor perseptif meningkat dan menyebabkan Anda sanggup menghadapi tugas dengan lebih baik,” paparnya.

”Kamu tidak akan pernah bisa menarik simpati orang lain dengan harta benda yang kamu miliki, tetapi kamu bisa menarik simpati orang lain dengan wajah ceria (senyum) dan dengan akhlak yang baik.” (HR Abu Yu’la dan Al-Baihaqi).

Di antara manfaat senyum adalah menambah daya tarik. Orang yang murah senyum kepada sesama akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebab, senyum yang berangkat dari ketulusan hati merupakan sedekah. ”Senyummu terhadap saudaramu adalah kebajikan.” (HR At-Tirmidzi).

Barangkali diantara kesibukan kita yang padat… kejar d/l pitching, approval design, brainstorm,… kita menjadi jarang tersenyum apalagi ketawa. Padahal kita tahu manfaat besarnya. Tidak ada jeleknya menyisihkan waktu barang beberapa menit untuk bercengkerama dengan teman, anak/ istri, sahabat, saudara, handai taulan ditengah riuh pekerjaan yang tidak pernah berhenti. Sejenak tersenyum dan tertawa untuk membuat fisik kita lebih sehat, hati lebih nyaman dan menjadikan hidup kita indah setiap saat. –>